Sabtu, 13 Juni 2009

CERPEN cinta

CERPEN
“ Andra, Kuingin Cintamu Selamanya”


Pagi itu angin Januari yang berhembus agak kencang, pepohonan yang tertiup angin berusaha melawan terpaan itu.Di sebuah rumah, disudut kota yang terpencil seorang cowok yang kira-kira berumur 18 tahun sedang bermalas-malasan diatas tempat tidurnya, parasnya memberikan gambaran bahwa sepertinya cowok itu baru sembuh dari sakitnya. Guratan di wajahnya mengisyaratkan akan kelelahan serta batin yang tersiksa. Andra, begitulah nama cowok itu. Sekarang Andra kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota kelahirannya. Tidak seperti remaja ABG lainnya. Andra lebih banyak menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang positif.

“Andra…Andra… Andra” panggil Bundanya

“Ya… Bunda! Kok teriak-teriak sih? “jawab Andra dengan teriak sambil mengucek mata.


Tak lama Bundanya mengetuk pintu kamar Andra

“dra… Andra… Bunda mau ke Palembang pagi ini” kata Bunda di balik pintu
“ngapain Bunda ke Palembang, emangnya nggak bisa di tunda dulu. Hari ini kan
hari pertama aku masuk kuliah Bunda ”Manja Andra sambil membuka pintunya
“Eh… eh… anak cowok nggak boleh manja gitu dong! Lagian Bunda pergi tiga
hari aja. OK. Jaga kesehatanmu, ndra jangan terlalu lelah trus kalo ada apa-apa langsung telpon Bunda ya!” cetus Bunda sambil menggaruk kepala anak satu-satunya itu

“Ok…..deh Bun, Hati-hati di jalan ya! “jawab Andra

“Dah…..mmuah “cium Bunda sambil pergi dari kamar Andra

“Yah….Sendiri deh “kata Andra kembali ke tempat tidurnya


Sebenarnya Andra memiliki seorang kakak laki-laki, namun sejak Bunda dan ayahnya memutuskan bercerai kakak laki-lakinya ikut bersama ayahnya menetap di Melbourne, sedangkan Andra dan Bundanya kembali ke kota Bundanya. Sudah tiga tahun ayahnya dan kakak laki-lakinya jarang mengabari atau sekedar say hello… Tapi Andra tetap tumbuh sebagai anak baik, lain dengan anak yang menjadi korban broken home lainnya.
Andra kembali menarik selimutnya, namun ia sempat melirik jam weker hadiah pacarnya ketika SMA dulu yang menunjukkan jam setengah tujuh pagi.

“Ah…masih pagi banget “Andra membatin

Diapun menyetel radio remaja untuk mendengarkan lagu di pagi yang dingin itu. Suara dari Eminem menggema di kamar Andra, berganti kemudian SO7 lagu berikutnya Andra sudah tidak nmendengarnya. Ia tertidur kemudian Hpnya berbunyi, ternyata hanya miscalled.
“Siapa sih pagi ini iseng-iseng” celetuk Andra kesal
“Nggak tahu apa ngantuk nih” Tambahnya sambil melihat nomor hand phone Nokia 7610nya.
“Nomor mana lagi nih… Busyet 15 panggilan tak terjawab sejak semalam” Andra keheranan
“Pusing amat…..tidur aja lagi ah!” tambahnya sambil memeluk bantal


Baru beberapa menit Hpnya berbunyi dan kini bukan miscalled tetapi pesan. Andra mengambil Hpnya kemudian membacanya.

Pagi ini ketika kubuka

Mataku yang kulihat bayangan

Sinar dari matamu, adakah hati ini

Masih memiliki tempat di hatimu?

Salsa……
Andra berulang-ulang membaca SMS tadi, nampak ia kebingungan setelah membaca SMS itu.

“Salsa apa bener nih?” Tanya Andra dalam hati

“mmm…berarti ia udah pulang dari Amrik nih! Hore….gw nggak sendiri lagi” Tandas Andra kegirangan.

Kemudian dibalasnya SMS dari Salsa itu

Pagi ini ketika mataku

Menatap dunia yang ada

Hitam. Namun setelah itu

Kini cerah. U always in my heart

Andra…happy
Dikirimnya SMS itu dengan hati yang sangat gembira.

Hari-hari berikutnya dilalui Andra dan Salsa penuh kebahagiaan. Salsa selalu menemani Andra kapan saja. Sedangkan Bundanya ketika pulang dari Palembang sangat senang ketika tahu bahwa Salsa udah balik dari Amrik. Salsa adalah pacar Andra sewaktu SMA, kurang lebih satu tahun mereka pacaran. Namun ketika lulus Salsa memutuskan untuk ke Amrik. Selama itu Andra tidak pernah menjalin cinta dengan siapapun.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, Andra dan Salsa semakin mesra dan hubungan mereka nampak baik-baik sampai suatu ketika Andra pingsan ketika kuliah di kampus dan ia harus masuk Rumah Sakit. Andra begitu lemah dan harus menginap selama seminggu. Namun bagi Salsa itu adalah ujian cinta baginya, sehingga selama Andra di Rumah Sakit Salsa selalu menemaninya.

Suatu hari kejadian mengerikan terjadi. Dokter menvonis Andra menderita penyakit kanker otak stadium akhir dan dokter memeprkirakan umurnya kurang dari sebulan. Bak petir di siang hari Salsa, Andra, Bunda dan temannya seperti tidak percaya.
“Bunda…apa Bunda kecewa pada Andra?” Tanya Andra pada Bunda
“Ndra…apapun yang terjadi kamu tetap anak Bunda yang paling Bunda saying. Pokoknya jangan berpikir macam-macam ya! Kata Bunda sambil menangis.
“Bunda kalo Andra pergi jauh banget, titip Salsa ya Bun! Tolong jangan buat dia sedih” pinta Andra sambil pergi ke kamarnya.

Dikamarnya, Andra menyetel lagu-lagu yang melancolis, emang akhir-akhir ini Andra suka banget dengan lagu-lagu yang melancolis.Daniel Powter dengan Bad daynya menggema di kamar cowok keren itu.

“Tuhan kenapa harus aku yang dapetin sakit ini?” Batin Andra sambl menangis
“Tuhan apa aku punya salah besar padamu sehingga kau memberikan aku hukuman seprti ini? Masi banyak yang harus aku kerjakan. Siapa yang bakal jagain Sals dan Bunda kalo aku udah nggak ada” tambahnya terisak


Dikamarnya, Salsa termenung menatap rintikan hujan januari yang membasah jendelanya. Sayup-sayup vocal Ari Lasso yang melantunkan lirik terdengar.
AKU MENANGIS….. MENGENANGMU….. SEGALA TENTANGMU…... KUMENGENALMU DALAM HATI LIRIH. Salsa merintikan air mata.

“Ndra…kenapa sih kamu nggak kasih tahu kalo kamu punya kanker?” Batin Salsa terisak.
Kini vocal Ari Lasso berganti suara sendu Bunga dalam saat kau pergi. Sepertinya lagu yang disetel Salsa menggambarkan batinnya yang sedang menangis. Tanpa terasa Salsa tertidur dalam pelukan dinginnya hujan januari, berselimutkan kesedihan serta berbantalkan asa agar Andra bisa bersatu selamanya dengannya.

Pagi harinya, Sang surya masih takut menyinari bumi dari balik mega yang gelap. Al hasil mendung membayang di pagi itu. Walau begitu Andra sudah bangun dari peraduannya, saat akan membuka jendela kamarnya, pintu kamarnya diketuk.
“Ndra…Andra bukain dong ini Bunda” Kata Bunda

“Ya Bun…sebentar” Sahut Andra sambil bukain pintu

“Ndra…cepetan mandi, trus sarapan dan jangan lupa minum obatnya ya! Bunda mau ke pasar sebentar ya! Tukas Bundanya

“Oh…iya, semalam Salsa datang ngasih ini!” tambah Bunda sembari menyodorkan amplop.
“Makasih Bunda!” jawab Andra

“Ya udah…jangan lupa sarapan dan obatnya” kata Bunda sambil pergi.
Andra masih bingung. Dalam hatinya muncul tanya, mengapa dan masih banyak lagi deh! Dibukanya amplop itu, dan ternyata isinya selembar kertas bertuliskan:
Awal kita jumpa I’M FALLING IN LOVE with you dan itu terjadi saat pandangan pertama. Seiring waktu, SEMAKIN HARI SEMAKIN CINTA sehingga hubungan kita tetap sejalan. Ketika aku di Amrik, aku merasa setiap hari adalah BAD DAY bagiku, karena dalam pikiran, BATIN DAN RAGAKU selalu ada kamu. Aku ngersa WITHOUT YOU aku nggak bisa hidup. Kini setelah PENANTIAN YANG TERTUNDA serta PERJALANAN PANJANG yang aku lalui aku sadr bahwa kamu adalah CINTA TERAKHIRKU.


Hmmm…kini setelah SURGA CINTA itu kita sama rasakan, aku seperti HAMPA. ANDRA SEPERTI DULU tidak lagi aku lihat saat ini. Apakah hanya karena sakitmu, sehingga kau membuat orang di sekitar LIRIH melihatmu?

Andra lewat goresan ini aku mohon IZINKAN AKU MENYAYANGIMU lagi agar aku menjadi KEKASIH SETERUSNYA untukmu. Dan perlu kau tahu, apapun yang terjadi kau tetap di MY HEART sekarang SAMPAI NANTI SAMPAI MATI karena ini SEBENARNYA CINTA dan kau adalah SANDARAN HATIku yang selalu mengisi RUANG RINDU sehingga aku yakin meski SAAT KAU PERGIpun kamu adalah PINTU TERAKHIRku.


Andra masih tertegun dengan kertas di tangannya, masih jelas bekas air mata yang telah mengering di tulisan itu. Andra masih berpikir keras, dia tahu dia dan Salsa saling mencintai tapi Andra tidak mau menyakiti Salsa jika dia tiba-tiba meninggal. Diambil segera Hpnya, kemudian Andra menelpon Salsa. Terdengar nada sambung dari Ari Lasso Cinta Terakhir.

Kini…..usai sudah s’gala penantian panjangku, NSP itu terpotong oleh suara Salsa.
“Hallo” kata Salsa

“Salsa…aku pengen bilang kekamu, please lupain aja aku deh! Umur aku nggak bakalan lama lagi” jawab Andra

“Ndra…meskipun umur kamu tinggal sehari aku tetap akan cinta ama kamu” tukas Salsa
“Sa…ini keadaannya beda lho! Aku pergi nggak bakalan ketemu kamu lagi. Aku cinta ama kamu makanya aku nggak mau kamu sedih” Andra menjawab lagi.
“Karena itu aku akan tetap mencintaimi Andra! Udah dulu ya “sahut Salsa kemudian mematikan telponnya.

Salsa menangis lagi, dia tahu bagaimana rasanya kalo seandainya Andra udah nggak ada. Tapi walau bagaimanapun Andra bagai Sunny (cinta petama) yang mengalun dari Bunga Citra Lestari yang oleh Salsa adalah pasangan yang tepat. Dan saat ini Salsa sangat takut jika saat itu tiba maka bisakah ia kuat menghadapinya? Salsa terlelap kembali dalam kesedihan berbalut kecemasan pada Andra.

Keesokan harinya Salsa terbangun dengan tangis bagaimana tidak Bunda Andra menelpon memberi tahu kalo Andra udah meninggal.

“Sa… kamu kuat ya! Andra udah meninggalkan kita” isak tangis Bundanya Andra
“Tante…Tante bohong kan ayo dong, tante bohong kan” Tanya Salsa sambil Menangis
“Sa…kamu kuat donk. Andra udah pergi, tante tahu perasaan kamu” jawab Bunda masih menangis
“Tidak tante…Andra nggak mungkin ninggalin aku, Tidak…….” Teriak Salsa kemudian mematikan Hpnya.

Sementara di rumah Andra, jasad cowok periang itu terbujur kaku. Bundanya tak bisa menahan tangis. Salsapun demikian tak henti-hentinya menangis.
“Andra…Andra kamu kok curang banget! Katanya kita bakalan hidup bersama.
Tapi kok kamu ninggalin aku” tangis Salsa.

“Andra…jawab…Andra…ndra ayo dong” tambahnya sambil mengguncang jasad Andra
Di tanah yang merah Andra kembali pada yang Kuasa, langit seakan ikut bersedih menitikan tetesan hujan. Angin sepoi yang berhembus di pemakaman membawa terbang cinta Andra. Tangis Salsa bagaikan seruan akan hukuman duniawi terhadap kekasihnya. Beberapa menit Salsa hanya terpaku menatap pusara yang bertuliskan Andra Rahmat Wijaya, derai tangisnya terus mengalir. Dikecupnya pusara itu dengan harapan Andra akan tersenyum di surga sana!

Ah…..Begini rasanya, begitu menyakitkan batin Salsa meremuk.

Dua hari sudah Andra terbang ke alam lain bersama segurat senyuman, namun cintanya tetap tertanam di hati Salsa. Didalam kamar Andra, Salsa duduk kemudian ia melihat sesuatu di atas lemari buku Andra. Sebuah kotak berwarna pink, dilihatnya kotak itu. Di kotak tertulis “Dear My love Salsa” Salsapun tak dapat membendung tangisnya dibukanya kotak itu dan ternyata berisi VCD lagu. Namun Salsa tak tahu apa isi lagunya, Salsapun memutar kaset tersebut. Tangis Salsa makin deras ketika Bunga menyenandungkan lagu Saat Kau Pergi sebagai pembuka, kemudian lirihnya Ari Lasso. Salsa semakin sedih, kemudian dilihatnya kertas di didasar kotak tersebut. Salsa membaca kertas itu dengan back sound dari Ari Lasso.

Sa…mungkin kamu membaca tulisan ini aku udah ada di alam sana yang jauh banget. Gimana udah dengar lagunya kan? Keren kan? Bukan maksud aku buat kamu sedih tapi aku emang suka lagu itu

Sa…aku tahu kita berdua pasti berpisah karena hidup ini nggak bakalan asyik kalau ada pertemuan tapi nggak ada perpisahan. Kamu jangan sedih terus ya Sa!Masak manisku sedih terus entar nggak cantik lagi

Sa …kamu harus yakin kalo aku sangat cinta ama kamu, akupun sedih waktu aku tahu aku harus pergi ninggalin kamu. Tapi kita juga harus yakin mungkin ada rencana Tuhan yang lebih baik di balik semua ini.

Sa…sering-sering ya ngunjungin makam aku, biar aku nggak kesepian (bercanda kok)
Oh…iya Salsa kalo kamu rindu ama aku puter aja lagu itu aku pasti datang dengan sejuta bintang untukkmu.

Andra……….

Salsa memeluk kertas itu, sambil terisak tangis. Dipandangnya bintang di luar. Semuanya terang. Salsapun tersenyum dalam tangis.

“Ndra…aku tahu kamu ada disini” sapa Salsa sambil tersenyum. Salsa tertidur kembali. Namunkini dalam rasa yang tercampur antara sedih dan senang. Sementara itu Salsa yakin Andra ada di atas sana bertemankan bintang menjaganya dan akan selalu mencintainya. Selamanya………………..

Andra adalah Bintang Penjagaku.




DI PERSIMPANGAN HIDUP

(BERDASARKAN KISAH NYATA)


Hidup… satu kata yang sederhana namun punya arti yang mampu membuka pikiran insane dalam menjelajahi dunia. Hidup adalah kata yang lazim bahkan selalu didengarkan dimanapun dan kapanpun. Tapi tahukah apa arti dari hidup ini? 19 tahun yang lalu arti hidup bagiku hanyalah menjalani scenario duia apa adanya. Namun kini aku sadar bahwa hidup lebih dari sekedar hal itu. Tertawa, menangis, bahagia, sedih, kecewa dan sebagainya hanyalah sebagian kecil dari efek hidup. Begitu berat untuk ku ayunkan jemari ini agar dapat menguntai kata tentang arti hidup ini….
Aku….. aku terlahirdengan sehat bahkan sangat sehat. Ku hirup udara duia yang memberikan sejuta angan. Aku dilahirkan ditengah keluarga yang cukup harmonis, bahagia? Pastilah!!!!! Keadaan ekonomi kamipun lumayan cukup,buktinya sampai saat ini aku sehat! Masa kecilku sama seperti anak-anak lainnya seusiaku, hanya saja sebagai anak laki-laki aku lebih menyenangi boneka daripada mobil-mobilan, aku lebih suka menanam bunga daripada manjat pohon aku lebih sering di rumah dari pada bermain sepakbola di lumpur, aku lebih memperhatikan penampilanku, aku lebih,lebih, dan lebih lain dari anak lelaki lainnya!! Bingung? Tidak, kuanggap itu semua hal lumrah, meskipun teman-temanku mengejekku. Namun dalam hatiku komitme aku lelaki. Hari terus berlalu hingga tak terasa kaki kecilku menginakakn kaki di Sekolah Menengah Pertama. Disinilah untuk pertama kalinya aku merasakan berbeda dari teman-teman lelaki lainnya. Aku lebih senang bermain bersama teman wanita daripada pria, aku juga pernah menjadi ketua cheerleader sekolah yang semuanya wanita. Tapi, prestasi tetap kujaga sampai aku ketika aku kelas 1, aku berhasil menjadi juara umum sekolah. Namun, bukan itu permasalahannya. Dimasa-masa teman lelaki mulai melirik teman wanita, aku justru menyukai teman lelakiku…. Setiap aku bertemu dengannya, sepertinya ada sesuatu yang menendang perutku hingga wajahku memerah…. Senyum dari bibirnya seolah menjadi peneduh bagiku. Namun ada pertanyaan besar dalam hatiku, apa ini salah atau benar?
Prestasiku yang memukau membuat Ari (nama teman lelaki yang kusukai) menjadi dekat denganku. Mulai dari belajar kelompok hingga nginap di rumahnya untuk belajar. Seketika aku merasa inilah yang dinamakan cinta. Bagiku di sosok yang sempurna, tinggi badannya, alis matanya yang tebal, warna matanya yang agak kecoklatan, dagunya yang lancip ditambah merah bibirnya… pokoknya perfect!!!!! Hari-hariku bagaikan melangkah di nirwana, senang!!!! Namun, sekali lagi pertanyaan besar itu selalu muncul di hatiku. Ketika aku sujud menghamba pada sang kuasatak henti-hentinya aku bertanya akan diriku!!!! Selalu saja aku berpikir bahwa bukanlah kesalahn Tuhan, karena Dia pasti selalu menciptakan insan manusia dengan sempurna… lelah? Tidak, ku tapaki terus setiap jengkel kehidupan, namun aku dan Ari masih tetap sebagai teman. Tidak lebih dari itu!!!! Aku juga takut dijauhin Ari kalo sampai aku jujur kalo aku suka ama dia…. Ketakutan serta kegelisahan aku yang paling besar kalo sampai Ari udah nggak jalan, main sama aku.
Namun tanpa kulakukan hari itu datang juga!!! Ketika aku nginap di rumahnya, ia pun bercerita bahwa ia sudah pacaran dengan teman wanita sekelas… bagaikan disambar petir, aku pamit pulang ke rumahku. Menangis hingga mataku tak mampu mengurai air mata.. aku sepertinya tak bisa menerima! Tapi sekali lagi muncultanya dihatiku, apa ini salah atau benar? Ku bayangakan momen-momen indah bersama.. hingga terbawa ke alam mimpi. Paginya semangat ke sekolah pun menurun hingga ke sekolah pun tanpa semangat yang pernah ada dahulu!!!
Kembali lagi kurenungi hidupku!!!! Ayah, ibu, keluargaku menganggap aku biasa aja tanpa curiga sedikitpun. Namun dalam hatiku menangis, begitu teganya aku membohongi mereka yang sangat menyayangiku….. namun jujur menurutku bukan jalan yang terbaik. Hari-hariku perlahan ku tata kembali, meski harus kemali sakit hati keika melihat Ari dan pacarnya bermesraan. Tapi kucoba menahan diri, akupun nggak mau prestasi aku menurun hanya karena itu, meskipun berat bagiku….
Tepat di tanggal 16 agustus 2002 aku mengenakan seragam putih abu-abu untuk pertama kalinya! Masa lalu tentang Ari sudah lama terkubur, meskipun masih membekas. Dalam hatiku tekad untuk mengejar cita-cita agar jadi pengacara harus tercapai. Kelas 1 tanpa halangan, lancar dengan segudang prestasi yang ku raih. Namun kembali perasaanku yang pernah guncang di masa lalu terjadi kembali. Ketika Gerard masuk kekelas IIb yang merupakan kelasku. Tanpa panjang waktu, siswa pindahan tersebut langsung akrab dan dekat denganku. Karena aku adalah ketua kelas! Kutepis semua rasa dihatiku, kutanamkan prinsip bahwa dia hanyalah teman! Namun, sekali lagi aku goyah, rasa cinta dan sayangku mampu mengalahkan!!!
Waktu-waktu berikutnya begitu indah untuk dilewati, apalagi Gerard selalu bersama! Tepat tanggal 1 januari 2004 malam tahun baru yang meriah. Aku dijemput Gerard untuk melihat festival kembang api dari pantai.. desir angin yang menghempas wajah kuabaikan dengan memeluk erat Gerard di atas motornya!!!! Semakin lama aku semakin yakin kalau Gerard inilah yang akan menjadi tambatan hatiku. Untuk kali ini aku abaikan norma agamaku! Di bawah sinar bulan yang menimpa laut tanpa penghalang, Gerard duduk di sampingku sambil bercerita tentang hidupnya… samar kudegar ceritanya, karena aku focus pada wajahnya dan geraknya. Tersentak kaget ketika Gerard menyatakan kalau dia menyukai aku…….. tuhan apakah ini mimpi? Sepertinya ini adalah balasan dari sakit hati masa laluku. Tida puas aku bertanya kembali padanya, Gerard pun mengatakan kalau dia menyukai aku sambil berlinang air mata… dia taku janan sampai aku meninggalkannya karena dia gay.. kuusap kepalnya sambil berkata kalau akau juga sebenarnya sangat mencintai dan menyayanginya!!! Kamipun berurai air mata dengan haru yang melayang hingga ke awang-awang. Letusan kembang api menghentikan tangisan kami yang bahagia. Semalam itu tangan kami berpaut tanpa mau terpisah, takut jangan sampai kami terpisah.
Tak henti-hentinya Gerard selalu memperhatikan aku, meskipun kami tahu menempatkan diri di sekolah atau bersama teman-teman. Kamipun sadar kalau hubungan kami ini terlarang tanpa masa depan yang jelas, tapi kami juga nggak mungkin bohon sama diri sendiri.. Adaseh wanita yang suka sama aku dan Gerard, tapi kami selalu cuek. Hari-hari kami lewati dengan sangat bahagia, hingga pada ulang tahunku yang ke-16adalah moment yang takkan terlupakan sampai mati. Tepat jam 12 malam dia mengajakku ke pantai tempat pertama kali kami mencurahkan hati… begitu terkejutnya karena suasananya telah diatur sangat romantic, hingga tak terasa air mataku kembali jatuh karena bahagia… ku peluk Gerad erat-erat seolah-olah nggak mau lepas.. diapun merelakan bahunya untukku menangis sepuasnya… malam yang romantic kami lewati hingga tak terasa pagi menjelang. Kejutan tak hanya samapi disitu, di sekolah ia membuat acara yang cukup meriah… hingga teman-temanku bercanda mengatakan kami berdua seperti pacaran, sekali lagi kami hanya tersenyum… masih ada lagi kejutan yang paling indah, Gerard memberikan cincin yang bertulis namanya dan namaku, iapun memakai kalung yang bertulis namaku dan namanya… hidup yang indah menurutku……..
Tidak kusangka kejadian masa lalu kembali berulang. Tapi kali ini lebih menyedihkan. Gerard seorang yang mencintaiku dan sangat kucintai pergi meninggalkanku, bukan sebentar namun untuk selama-lamanya. Kecelakaan itu terjadi ketika ia menju ke rumahku untuk menjemputku.. tak kuasa kutahan tangis, melebihi tangisan keluarganya!!! Sebelum dimasukkan di peti jenazah menuju pemakaman, ku kecup keningnya sam bil k bisikkan kalimat “ Gerard, aku sayang dan cinta banget ama kamu, sampai kapanpun” seolah menjawab, kulihat senyum cerah dari rona wajahnya!.................. selamat jalan Gerard……………………………….
Sekali lagi aku rapuh, namun kutahan karena nggak mau terlalu kentara kesedihanku. Kalung yang bertulis namaku dan namanya masih dipakai hingga jasadnya menyatu dengan tanah……. Sekarang hanya do’a yang ku iringkan kepada san Khalik diatas tanah basah nan memerah… akupun menuju ke pantai tempat kami berdua biasa menghabiskan waktu bersama. Lagi-lagi air mataku mengalir deras, akupun teringat akan kenangan-kenangan yang indah ketika bersama.. ku kecup cincin pemberiannya! “Gerard….. kamu berarti banget buat aku………” ku habiskan malam itu dengan duduk menatapi langit yang tak berintang..
Hari yang berat bagiku tanpa Gerad harus ku lalui…… hingga aku lulus dari pengapnya seragam putih abu-abu dan memutuskan untuk kuliah di luar daerah. Namun hingga saat ini belum ada yang mampu menggantikan posisi Gerard. Aku berharap suatu saat entah wanita atau pria akan datang dan mengukir cinta sejatinya…. Kini yang ada hanyalah foto, video bersama Gerard serta kaos kesukaan Gerard dan pastinya cincin kenangan serta cinta yang masih ku miliki………..
Aku berpikir seraya menadahkan tangan kepada yang Esa, apakah ini pertanda bahwa aku salah dari jalanmu? Padahal aku juga nggak mau terlahir sebagai gay.. namun inilah aku, 19 tahun ku arungi pahit, getir dan manisnya hidup dalam kebimbangan diri… aku seakan-akan terdiam di persimpangan jalan kehidupan yang membingungkan… hingga saat ii masih ada pertanyyan besar itu!!!! Apakah aku harus berpura-pura menjadi lelaki normal sementara perasaanku menolak, ataukah tetap begini dengan sejuta onak duri di depan hidupku!!!! Hanyalah aku, waktu dan kehidupan yang menjawab. Perjalanan hidupku membuatku paham bahwa arti hidup yang sebenarnya adalah pencarian terhadap makna kehidupan ini… hingga tiba saatnya kita kembali menjadi tanah dan berkumpul bersama dihadapan yang Esa……



“Thank’s buat sobatku atas ceritanya yang mengharukan, cerpen ini buat kamu”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar